Diawal tahun 2020, banyak memberikan rasa duka dan kesedihan bagi bangsa Indonesia, diawali dengan banjir yang melanda beberapa daerah, lalu disusul dengan bencana longsor dan gunung meletus, serta terakhir adalah dengan kemunculan virus yang berasal dari negeri Tiongkok, yang dinamakan Virus Corona atau Covid 19.
Musibah ini tidak hanya dirasakan oleh bangsa Indonesia, akan tetapi seluruh dunia pun ikut menangis akibat kasus virus ini. Sampai hari ini, mengutip dari sumber Detik News bahwa kasus Positif Corona di RI mencapai 2,12 jt per ,28 Juni 2021. Dan Provinsi Jawa Barat adalah Salah satu Provinsi dengan urutan tertinggi untuk kasus Virus Corona atau Covid 19 ini.
Sejak diberlakukannya Masa Pandemic, Kasus ini sudah memberikan dampak yang signifikan di beberapa bidang. Salah satunya Bidang Ekonomi yang pertumbuhannya mengalami hambatan. Sama halnya seperti yang terjadi di 2 kecamatan di Kabupaten Garut, yaitu Kecamatan Selaawi dan Kecamatan Bl. Limbangan. Yang mana 2 kecamatan tersebut adalah penyumbang terbanyak kasus Positif Corona di Kabupaten Garut.
Semenjak diberlakukan kembali PSBB lanjutan di kecamatan Selaawi, dan pengetatan peraturan Pembatasan Sosial di Kecamatan Limbangan selaku Jalur Provinsi, pertumbuhan ekonomi di kedua wilayah itu mengalami penurunan. Salah satunya adalah keadaan di pusat perbelanjaan yaitu Pasar Tradisional yang ada di wilayah tersebut.
Suasana pasar yang ada di kecamatan Selaawi dan Kecamatan Bl. Limbangan tampak tidak seramai hari-hari biasanya, karena jumlah pengunjung ke pasar tersebut menurun drastis terkait dengan semakin mewabahnya virus Corona di kabupaten Garut. Walaupun Operasi Pasar tetap berjalan normal seperti biasa setiap harinya, tetapi kunjungan konsumennya mengalami penurunan signifikan.
Hal ini mengakibatkan beberapa pedagang mengeluh atas kondisi seperti ini, karena mereka banyak mengalami kerugian akibat diberlakukan nya kembali PSBB di kedua wilayah tersebut. Kelangkaan konsumen untuk datang Ke pasar Tradisional, disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah Banyak warga yang khawatir akan penyebaran Virus ini, sehingga mereka mengurangi untuk bepergian ke pasar.
Walaupun sudah tidak seketat PSBB tahun lalu, akan tetapi dampak yang dirasakannya masih sangat terasa.
Para Pedagang di Pasar Tradisional Cirapuhan dan di pasar Tradisional Limbangan mengatakan, bahwa kunjungan warga ke pasar subuh di Cirapuhan terlihat sepi dalam beberapa hari terakhir ini. Dan kunjungan warga ke pasar tradisional Limbangan juga tak sepadat hari-hari biasanya karena diberlakukannya jam buka pasar yang diizinkan buka hanya sampai jam 1 siang. Tetapi mereka tetap semangat melakukan kegiatan ekonomi, walaupun di tengah kondisi seperti ini. Dan berharap mudah-mudahan Situasi dan kondisi Bangsa Indonesia cepat pulih, sehingga perekonomian Indonesia bisa Kembali bangkit.